Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutim (Kutai Timur) bertahap menerima bantuan rapid test dari PT KPC. Setelah 2.000 rapid test tahap pertama, Kamis (11/6/2020) pagi tadi perusahaan tambang ini kembali menyerahkan 2.000 rapid test kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutim.

Bantuan yang simbolis diserahkan GM ESD PT Kaltim Prima Coal (KPC) Wawan Setiawan ini diterima langsung oleh Ketua Gugus tugas yang juga Bupati Kutim H Ismunandar di Halaman Pendopo, Rumah Jabatan. Disaksikan Asisten Ekobang Suroto, Kadinkes dr Bahrani, beberapa Kepala OPD dan perwakilan pihak perusahan PT KPC. 

Bupati Kutim H Ismunandar mengucapkan syukur dan terima kasih atas bantuan tersebut. Karena PT KPC kembali menunjukkan komitmennya dimasa pandemi COVID-19 ini dengan memberikan sumbangan 2.000 rapid test. Bantuan rapid test sebelumnya dipergunakan untuk para pedagang di tiga pasar berbeda. Yaitu Pasar Induk Sangatta, Pasar Sengatta Selatan dan Pasar Teluk Lingga. 

“Jadi rapid test yang diberikan ini sebagian dipergunakan untuk layanan gratis kepada masyarakat,” ucap Ismu sapaan Ismunandar. 

Ismu menyebut, rapid test massal akan dilakukan secara berkesinambungan. Wilayah Town Hall, Swarga Bara, rencananya juga bakal menyasar 200 orang untuk di rapid test. Agar masyarakat disekitar wilayah itu mendapat kenyamanan dan kepastian bahwa mereka tidak terpapar COVID-19. 

“Atas nama pemerintah daerah kabupaten Kutai Timur dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, saya mengucapkan terima kasih kepada PT KPC,” kata Ismu. 

Sementara itu, GM ESD PT Kaltim Prima Coal Wawan Setiawan menyampaikan, penyerahaan bantuan ini merupakan kali kedua dari total 8.000 rapid test yang nanti diberikan oleh PT KPC. Ia menegaskan rapid test yang diberikan PT KPC ini merupakan wujud komitmen PT KPC dalam percepatan penanggulangan penyebaran COVID-19 di Kutim. 

“Tentunya secara bertahap kita lakukan dan yang pasti kami berharap agar alat rapid test ini dapat dipergunakan dengan baik,” harapnya. 

Wawan menambahkan, bahwa bantuan rapid test tahap pertama diketahui banyak dipergunakan di Pasar Kota Sangatta. Hal itu tentu sangat baik dan berpengaruh secara signifikan terhadap upaya pencegahan penularan COVID-19. Untuk rapid test tahap kedua, ia berharap dapat dipergunakan dan diatur dengan baik oleh pihak Dinkes Kutim. Pihaknya pun sudah mengalokasikan 200 rapid test untuk wilayah Town Hall, agar dapat dipergunakan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut.